Ketika malam itu, tiba lah waktu dimana kesunyian, kegelapan dan impian bersatu mengocakkan pikiran dan hati ini. Mungkin anda pernah mengalami hal yang akan saya utarakan dan mungkin juga anda baru tahu apa yang saya alami. Saya akan bercerita tentang titik cerah di kegelapan dan saya sangat bersyukur ini terjadi pada diri saya.
Malam itu saya berniat untuk tidur, matikan lampu kamar. Hanya gelap yang terlihat dan secercah cahaya masuk dari luar jendela yang saya buka gordennya. Mata ini mulai menutup dan meringankan badan ini yang terasa lelah. Mata terpejam dan pikiran mulai berangan-angan apa yang kelak aku bisa, apa yang besok aku lakukan. Tiba-tiba saya memikirkan masa lalu yang kelam, terus dan terus saya memikirkan itu dan semakin luas saya memikirkan itu. Masa lalu yang pedih atas cinta, pertemanan. Terus meluas dan saya larut akan masa lalu saya pada saat itu. Saya membayangkan seandainya dulu, bagaimana jika dulu, akankah masa sekarang bisa berubah jika dulu saya tidak berbuat seperti itu, akankah hidup saya bisa lebih berarti jika dulu saya ubah perilaku saya?
Mata ini terpejam tapi pikiran dan hati masih menyala dan berkobar-kobar dalam diri saya. Selama 2 jam saya larut akan bayangan ini yang semakin meluas dan menjauh, sampai pada akhirnya saya mengatakan "Lebih baik aku mati!!"
Hah?? Apa yang barusan saya pikirkan?
Saya bangun dari tempat tidur dan duduk termangu. Saya bingung pada diri saya kenapa saya mengucapkan hal seperti itu? Kenapa saya memikirkan masa lalu? Sungguh begitu bingung dan tak tahu mengapa ini terjadi. Saya berniat tidur lagi. . . Tapi saya tidak bisa tidur, masih terbayang akan semua itu. Saya mulai memaknai apa yang saya pikirkan semua itu, satu demi satu saya selami. Dan tidak tahu bagaimana dan kenapa saya menemukan hal yang tak pernah saya pikirkan, "Maafkan dan ikhlaskan"
hmm...
Hmm...
Hmmm...
Maafkan diri saya sendiri, ikhlaskan apa yang telah terjadi. Masa lalu bukanlah untuk dilupakan akan tetapi untuk masa depan. Selesaikan apa yang dulu belum saya selesaikan, janganlah lari dari masalah, itu hanya akan membuatku berdiam diri dan tak akan bisa melangkah lebih tinggi.
Akhirnya saya menemukan hal yang hanya setitik tapi seketika itu kegelapan berakhir. Dan saya bisa mengakhiri pikiran ini. Saya mengikhlaskan semua yang telah terjadi, yang terjadi biarlah terjadi, masa lalu bukan hanya untuk dikenang tapi juga untuk inspirasi kita untuk menghadapi masa depan. Masa lalu terjadi bukan semata-mata itu terjadi namun banyak yang tersirat di dalamnya jika kita melihat dari banyak sudut pandang. Maafkan diri ini yang melakukan kesalahan pada hari yang terdahulu, maafkan dan lepaskan beban di hati serta persiapkan untuk hari kedepan. Maaf bukan hanya perkataan, perbuatan kita juga harus membuktikkan atas maaf itu.
Sekian dan terimakasih semoga sedikit ini bisa bermanfaat bagi pembaca maupun saya sendiri.
Wassalamu'alaikum

Tidak ada komentar:
Posting Komentar